CIKAL BAKAL LEMBAGA PENDIDIKAN DARUSSALAM
Dipublikasikan pada Hari Sabtu, 1 Februari 2014 / 2 Rabiul Akhir 1435 - Cikal-bakal Lembaga Pendidikan ini dirintis oleh beberapa ulama terdahulu diantaranya oleh almarhum Bapak M. Basith yang kegiatan belajar mengajarnya bermula di Musholla Taqwa Muaradua sejak penghujung tahun 70-an.
Proses belajar mengajar pada waktu itu masih sangat sederhana, dimana santri dan murid duduk bersila di lantai musholla.
walaupun belum dilakukan di dalam gedung yang permanen. Keberadaannya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat pada waktu itu.
Sejak tahun 1985 aktifitas belajar mengajar yang telah dirintis itu berhenti, hal itu dikarenakan sang pengasuh Bapak M. Basith pada tahun itu meninggal dunia.
Barulah setelah ada tenaga muda (Saripaman) kegiatan belajar mengajar mulai dihidupkan kembali.
Walaupun kegiatan yang masih dalam bentuk tradisional ini pernah vakum, tetapi setelah ditemukannya metode Iqro' oleh KH. As'ad Humam, kondisi pendidikan agama di luar sekolah manjadi marak.
Maka sejak akhir 1989, setelah gedung Serbaguna dibangun, mulailah dirintis pendidikan TK Al-Quran dan Madrasah Diniyyah Awwaliyah.
PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DARUSSALAM
Lembaga Pendidikan Darusalam pada awal berdirinya 6 Syawal 1411 H / 1 Mei 1990 M.
Tenaga pendidik pada waktu itu berasal dari beberapa alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, diantaranya: Ustadz Maulana Basith, Ustadz Anwar, Ustadz Najmul Akhyar dibantu ustadz Asril Naris seorang ustadz yang Qori' dari Solok Sumatera Barat.
Dan juga ada ustadz-ustadzah dari Muaradua sendiri yaitu Ustadzah Fitria Emita dan Ustadzah Anis Sumarni serta tenaga pendidik lainnya.
Termasuk ustadz yang berada dibalik layar bila ada kegiatan Tahunan Lembaga Pendidikan dan DPC-SAS adalah ustadz Nasrullah selalu bersibuk ria pada momen penting tahunan masa itu.
Adapun Tokoh SAS Muaradua yang mengoordinir manajemen kelembagaan Lembaga Pendidikan Darussalam pada masa itu adalah H. Amril Bustami.
Pada waktu berdiri (1990) Lembaga Pendidikan Darussalam hanya memiliki 2 jenjang pendidikan agama, yaitu TKA (Taman Kanak-kanak Al-Quran) dan MDA (Madrasah Diniyyah Awwaliyah).
Karena tuntutan perkembangan, Lembaga Pendidikan Darussalam merintis pula pendirian TK Islam (Raudhatul Athfal) yang mulai dibuka pada 17 Juni 1993.Kemudian setelah Lembaga Pendidikan Darussalam berjalan selama kurang lebih 4 (empat) tahun, tepatnya pada tahun 1994, Lembaga Pendidikan Darusalam telah membuka Madrasah Diniyyah Al-Wustha yang merupakan jenjang pendidikan paska MDA dengan masa pendidikan dua tahun.
Selanjutnya pada 16 Pebruari 2005 dibuka PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) guna mendidik anak-anak usia 2-4 tahun sebelum memasuki pendidikan di TK (RA).
Tidak ada komentar :
Posting Komentar