SYA'BAN: JEMBATAN RINDU DI AMBANG CAHAYA

Sya'ban bukan sekadar hitungan penanggalan. Ia adalah napas yang tertahan sebelum ledakan syukur di bulan Ramadhan. 

Jika Rajab adalah bulan menanam benih dalam keheningan doa, maka Sya'ban adalah waktu untuk menyiramnya dengan air mata kerinduan, agar ia mekar sempurna saat tamu agung (Ramadhan) mengetuk pintu kalbu.

Secara filosofis, Sya'ban adalah ruang transisi. Ia berada di antara dua kemuliaan (Rajab dan Ramadhan). Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai bulan yang banyak dilalaikan manusia. 

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Selasa, 27 Januari 2026

SAJIAN CINTA DI ATAS PIRING: MERENUNGI HARI GIZI NASIONAL

Pernahkah kita sejenak menatap piring yang tersaji di depan meja? Di sana, bukan sekadar ada nasi yang memutih atau sayur yang menghijau. 

Di sana, ada sebuah rahasia besar tentang bagaimana kehidupan dipertahankan.

Hari Gizi Nasional di tahun 2026 ini hadir bukan sekadar sebagai pengingat di kalender. Ia adalah sebuah undangan untuk kembali mencintai diri sendiri melalui apa yang kita petik dari alam. 

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Minggu, 25 Januari 2026

MENEMBUS BATAS LANGIT: KIDUNG CINTA DALAM PERJALANAN ISRA' MI'RAJ

Ada satu malam yang tak akan pernah dilupakan oleh sejarah. 

Sebuah malam di mana waktu seolah berhenti berdetak, dan alam semesta menahan napasnya dalam takzim. 

Ketika penduduk bumi terlelap dalam mimpi, sang kekasih Allah, Muhammad SAW, dijemput oleh cahaya untuk melintasi batas-batas yang tak pernah terbayangkan oleh nalar manusia.

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Jumat, 16 Januari 2026

MENJEMPUT FAJAR 2026: MELIPAT KENANGAN, MEMBENTANG HARAPAN

Di ambang jendela malam ini, kita berdiri di sebuah garis yang tak kasat mata namun terasa begitu nyata. 

Detik demi detik meluruh seperti butiran pasir di jam kaca, membawa pergi sisa-sisa napas tahun yang lalu.

2026 bukan sekadar pergantian angka di kalender meja. Ia adalah sebuah gerbang besar yang terbuka perlahan, menyuguhkan aroma tanah basah setelah hujan dan cahaya fajar yang masih malu-malu. 

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Kamis, 01 Januari 2026

RAJAB: EMBUN PERTAMA YANG MENYAPA JIWA, SEBELUM CAHAYA RAMADHAN TIBA

Di ufuk waktu, ketika rembulan sabit melengkung indah dengan malu-malu, sebuah aroma kedamaian mulai tercium. 

Ia bukan wangi kembang di taman, melainkan aroma ampunan yang dibawa oleh angin surgawi. 

Selamat datang, Bulan Rajab—bulan yang mulia, bulan yang tenang, sang pembuka pintu bagi rindu yang mulai memuncak menuju Ramadhan.

Diposting oleh NDiar80 Muaradua
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Senin, 29 Desember 2025