Sya'ban bukan sekadar hitungan penanggalan. Ia adalah napas yang tertahan sebelum ledakan syukur di bulan Ramadhan.
Jika Rajab adalah bulan menanam benih dalam keheningan doa, maka Sya'ban adalah waktu untuk menyiramnya dengan air mata kerinduan, agar ia mekar sempurna saat tamu agung (Ramadhan) mengetuk pintu kalbu.
Secara filosofis, Sya'ban adalah ruang transisi. Ia berada di antara dua kemuliaan (Rajab dan Ramadhan). Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai bulan yang banyak dilalaikan manusia.




