Ada satu bahasa yang tidak membutuhkan kamus untuk dimengerti. Ia tidak mengenal sekat peradaban manusia, bahkan tidak berbatas pada perbedaan jenis ciptaan.
Jika kita melayangkan pandangan ke seluruh penjuru bumi—mulai dari hiruk-pikuk kota manusia hingga ke sudut-sudut paling sunyi di hutan belantara dan kedalaman samudra—kita akan menemukan sebuah hakikat yang sama: Ibu adalah altar pengorbanan tertinggi demi sebuah kehidupan baru.



